Para Group Incar Pasar Ritel Malaysia & Singapura
Selasa, 05 Oktober 2010 , 00:57:00 WIB
![]() |
Public Affairs Manager PT Carrefour Indonesia Satria Hamid Ahmadi mengatakan, kabar Carrefour akan hengkang tidak benar. Apalagi Carrefour di Indonesia sudah bekerja sama dengan perusahaan lokal, Para Group pimpinan Chairul Tanjung.
“Kita percaya, kerja sama dengan perusahaan lokal sifatnya jangka panjang. Jadi kalau di Indonesia tidak masuk akal jika Carrefour akan hengkang,” kata Satria saat dihubungi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin,
Menurutnya, Carrefour di Malaysia, Singapura dan Thailand akan tetap ada. Namun untuk mengembangkan bisnis, pihak Carrefour akan mencari mitra strategis seperti di Indonesia yang bekerja sama dengan Para Group.
Saat ini Para Group tengah masuk dalam daftar tender pembelian. Chairul melalui bendera Para Group, menguasai sekitar 40 persen saham PT Carrefour Indonesia.
Disinggung soal porsi saham Carrefour Malaysia yang mampu dikuasai Para Group, Satria belum menyebutkan. Namun, bila menjadi pemilik mayoritas, hal itu tentu lebih baik.
Satria berharap pangsa pasar Carrefour di Indonesia meningkat. Apalagi, populasi penduduk Indonesia terbesar di Asia Tenggara, yakni lebih dari 220 juta jiwa.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga yakin Carrefour tidak akan hengkang dari Indonesia. Kepala BKPM Gita Wiryawan mengungkapkan, Carrefour Indonesia tidak mengindikasikan niat hengkang dari dalam negeri.
Sebelumnya, rencana Carrefour untuk keluar dari pasar Asia Tenggara memanaskan penawaran waralaba supermarket asal Prancis itu. Carrefour berencana untuk melepas bisnis supermarketnya di Thailand, Malaysia dan Singapura karena gagal meraih posisi dominan. Seperti dikutip dari Thailand Business News, Carrefour sulit bersaing dengan Tesco, waralaba Inggris.
Kurang Sehat
Sebelum ada putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bahwa pangsa pasar Carrefour di pasar ritel nasional lebih dari 50 persen. Sementara pihak Carrefour mengklaim hanya 17 persen.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyatakan, persaingan bisnis usaha ritel saat ini kurang sehat. Karena masing-masing peritel modern masuk dalam wilayah usaha yang selama ini justru ada peritel lain.
Seperti Lotte Mart yang masuk di wilayah Gandaria, Jakarta Selatan. Padahal, di daerah itu sudah ada Carrefour, Hypermart dan Giant. “Pertumbuhan hypermarket di Indonesia mencapai lima persen per tahun,” pungkasnya. [RM]


0 komentar to Carrefour Jamin Tidak Kabur Dari Indonesia