Payah, Pertamina Makin Jauh Ditinggal Petronas

Posted by real application On Rabu, 10 November 2010 0 komentar
Payah, Pertamina Makin Jauh Ditinggal Petronas
Cuma Jadi Juragan Pom Bensin
Rabu, 10 November 2010 , 00:00:00 WIB

  
RMOL.Kinerja Pertamina telah ke­tinggalan oleh muridnya, Petro­nas, karena sering direcoki oleh hal-hal yang bersifat politis. Se­hingga untuk mengembangkan bisnis intinya saja, terkadang Per­tamina nampak gamang karena tekanan opini publik.
Padahal, se­bagai sebuah peru­sa­haan tidak perlu ragu untuk me­langkah se­lama rencana bisnis­nya memang menguntungkan.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto di Jakarta, kemarin, mengomen­tari rencana akuisisi saham Med­co oleh Pertamina.
“Di era 70-an, Petronas belajar ke­pada Pertamina mengenai pe­ngembangan bisnis migas mulai dari sektor hulu hingga hilir se­cara komprehensif. Hasilnya sa­ngat jelas, Petronas sekarang le­bih maju dibandingkan gurunya sen­diri,” ujar Dito.
Salah satu kelemahan bisnis Pertamina, lanjutnya, adalah di sektor hulu yang tertinggal jauh oleh perusahaan migas dunia lain­nya. Padahal, bisnis sektor ini sa­ngat menguntungkan. Akhir­nya, BUMN migas itu hanya di­kenal sebagai jawara sektor hilir dan juragan Stasiun Pengi­sian Bahan Bakar Umum (SPBU), ka­rena fo­kusnya lebih pada pelak­sana layanan publik (public services obligation/PSO).
“Untuk mencapai target men­jadi pemain kelas dunia, keseim­bangan bisnis antara sektor hulu dan hilir harus dicapai. Jadi, ren­cana strategis Pertamina untuk mengakuisisi saham Medco sa­ngat wajar untuk mencapai target sejajar dengan perusahaan migas dunia lainnya,” terang Dito.
Sedangkan anggota Komisi VII DPR Ahmad Riyaldi memin­ta agar Pertamina lebih mening­katkan kua­litas akuisisi di masa mendatang. Akuisisi tersebut juga harus men­ja­min peningkat­an produksi Pertamina.
Karena itu, menurut pengamat energ, Pri Agung Rahmanto, Per­tamina harus membeli di level par­ticipating interest (PI) aset atau blok-blok yang sudah produksi, bukan saham atau di le­vel SPV (special purpose ve­hicle). Dengan membeli saham, Pertamina hanya akan mendapat deviden.
Berdasarkan catatan, Medco Energi menguasai beberapa sum­ber migas baik di dalam maupun luar negeri. Untuk menggenjot produksi, Pertamina melakukan beberapa rencana akuisisi, antara lain menguasai 100 persen saham IN­PEX Jawa Limited (IJL) dan meng­akuisisi saham Medco.
Vice President Corporate Co­m­munication Pertamina Mocha­­mad Harun menjelaskan, langkah  meng­­akuisisi saham Medco me­rupakan bagian pe­ning­katan pro­­duksi migas 1 juta <I>barrels of oil equi­valent per day (boepd). [RM]

Baca juga:

Bapepam Perlu Selidiki Kasus BFI Finance & Krakatau Steel
Bumi Minerals Incar Tujuh Persen Saham Newmont
Pikiran Pacman Bercabang
Terganjal Kredit, Menteri Hidayat Akui Penurunan Bisnis UMKM
IPO Saham Garuda Jangan Dipaksakan

0 komentar to Payah, Pertamina Makin Jauh Ditinggal Petronas

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.