Jum'at, 22 Oktober 2010 , 19:24:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting
Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan tahun pertama ketika pasangan SBY-JK berkuasa, jalannya pemerintahan diwarnai oleh dominasi JK selaku Wapres. Sementara tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono justru didominasi oleh SBY.
"Lebih banyak menonjolkan politik pencitraan yang menjadi kekuatan," kata Ahmad Muzani ketika berbicara pada dialektika demokrasi bertema "Evaluasi Setahun Pemerintahan SBY-Boediono" di gedung DPR, Jumat (22/10).
Politik pencitraan itu pula yang dilakukan SBY ketika berkuasa pertama kali. Jadi, tegas Ahmad, gaya kepemimpinan SBY belum berubah. Celakanya, para menteri di KIB jilid II juga memberlakukan hal yang sama seperti SBY. Akibatnya, menteri minim inovasi dan hanya menunggu petunjuk dari Presiden. Pemerintah dalam hal ini pun lemah mengkoordinasikan antara satu kementerian dengan kementerian lainnya.
"Kondisi ini sangat membingungkan suasana batin dari masyarakat," ujarnya.
Setgab, menurut Ahmad Muzani, ikut bertanggungjawab atas kondisi yang terjadi di pemerintahan. Meskipun SBY memiliki hak prerogatif untuk memilih menterinya, tapi Setgab ikut menunjuk menteri dari parpol untuk ditempatkan di kabinet. Padahal dibalik itu semua Setgab punya agenda terselubung yaitu bagaimana mengedepankan kepentingan parpol ketimbang kepentingan rakyat.
"Akibat kabinet pelangi, tidak ada keikhlasan dari para menteri untuk melebur. Terkesan hanya menonjolkan diri sendiri dan bagaimana membela kepentingan parpol," tegas Muzani.
Kondisi ini, kata Ahmad Muzani sangat memprihatinkan. Presiden SBY yang seharusnya memiliki kekuasaan penuh tapi justru diintervensi parpol. Salah satu contoh konkret adalah penunjukan Kapolri dan Panglima TNI yang seharusnya wewenang presiden justru direcoki oleh DPR yang anggotanya berasal dari partai politik. [wid]
Baca juga:

0 komentar to Inilah Catatan Kritis Gerindra Atas 1 Tahun Pemerintahan SBY