Ali Mustafa Yaqub: Barack Obama Langsung Kaget Saat Tahu Masjid Istiqlal Terbesar Ketiga Di Dunia

Posted by real application On Kamis, 11 November 2010 0 komentar
Ali Mustafa Yaqub: Barack Obama Langsung Kaget Saat Tahu Masjid Istiqlal Terbesar Ketiga Di Dunia
Kamis, 11 November 2010 , 01:54:00 WIB

  
RMOL.Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub membeberkan apa saja yang dibicarakan dengan Pre­siden AS Barack Obama dan Mic­helle Obama saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, ke­marin.
Berikut kutipannya:
Apa saja yang dibicarakan Pre­­siden Barack Obama?
Ya, banyak yang dibicarakan. Saya menerangkan tentang seja­rah dan makna-makna yang ter­kan­dung dalam bangunan fisik Mas­jid Istiqlal.  Saya juga me­ne­rangkan hubungan antara Islam dengan kebudayaan. Sebab, di Is­tiq­lal, kebudayaan itu di­sim­bolkan dengan bedug.
Jadi, saya katakan, Islam da­tang tidak untuk meng­hi­langkan budaya-budaya lokal. Bahkan bi­sa saja budaya lokal itu bersinergi dengan Islam. Contohnya, bedug bisa masuk Masjid. Bedug kan budaya.
Lebih jauh dari itu, datangnya Islam tidak bermaksud untuk meng­hilangkan budaya-budaya lain. Ya, oke kalau ada dakwah. Dan kalau mau masuk Islam sila­kan. Tapi kalau nggak, tidak ada pemaksaan. Saya contohkan pada masa Nabi waktu masih hidup, ada 5 agama yang eksis. Kemu­di­an saya contohkan juga di In­do­nesia, ada 6 agama. Jadi, Islam me­ngamanatkan agama lain se­cara damai.
Termasuk dibicarkan kerukun­an antar-agama?
O ya. Saya jelas,  Istiqlal itu pu­nya tetangga  Gereja Katedral yang dipisah jalan raya saja. Ini­lah sebagai simbol tentang har­mo­nisnya hubungan antar umat ber­agama di Indonesia. Tapi saya katakan, bahwa Gereja Katedral bukan simbol saja. Tapi adanya kerja sama.
Maksudnya?
Gereja Katedral itu tidak me­mi­liki lahan parkir yang luas. Pa­dahal pada perayaan Natal ba­nyak pengunjungnya. Nah, bagai­mana mereka parkir. Tapi Istiqlal selalu menyiapkan lahan parkir ba­gi orang-orang yang sedang me­rayakan Natal di Gereja Katedral.
Ketika mendengar itu, bagai­mana komentar Obama?
Responnya bag us sekali. Be­liau langsung mendekati war­ta­wan dan menyampaikan bahwa, inilah contoh yang bagus dalam kerja sama antar umat beragama. Yakni tidak saling memusuhi dan lain sebagainya. Jadi, inilah yang perlu ditiru.
Kemana saja Obama berk­e­liling di Masjid Istiqlal?
Beliau keliling lihat menara dan kubah. Saya terangkan kubah ini besar dengan berdiameter 45 me­ter dan itu lambang dari ke­mer­dekaan Indonesia. Sebab, di atasnya ada 17 meter itu adalah tang­gal kemerdekaan Indonesia. Se­dangkan kubah yang kecil ini diameternya 8 meter sebagai lam­bang dari bulan Agustus.
Jadi, kita itu membaca kemer­dekaan. Dan saya katakan juga ini adalah kemerdekaan Indonesia dari kolonialis Belanda yang di­sim­bolkan dengan masjid.
Mengapa demikian?
Masjid adalah tempat ibadah Is­lam. Sementara Islam telah mem­berikan ispirasi dan se­mangat kepada umat Islam untuk melawan penjajah. Karena Islam me­larang adanya penjajahan dan me­larang penindasan antara orang dengan orang lain, antar su­ku dengan suku yang lain, dan an­tar bangsa dengan bangsa yang lain.
Bagaimana komentar Obama ketika melihat Masjid Istiqlal?
Beliau tampaknya kagum. Be­liau bertanya, “apakah ini Masjid ter­besar di Indonesia”. Lalu saya jawab, tidak. Ini Masjid terbesar di dunia sesudah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah”. Beliau langsung ka­get, “ uh”.
Kemudian saya terangkan lagi, Masjid ini dapat menampung sam­pai 200 ribu orang. Terutama kalau hari raya, apalagi Idul Adha nanti. Ketika di dalam melihat kubah dan tampaknya cantik dari dalam. Beliau kagum juga, “oh, very nice dome (kubah yang sa­ngat bagus)”. Inilah yang me­na­rik bagi beliau.
Berapa lama Anda wawancara dengan beliau?
Hanya 25 menit saja kok. Tapi menjelang pulang, beliau menulis kesan-kesannya terhadap Masjid Istiqlal.
Perasaan Anda bagaimana ke­tika berbincang-bincang dengan beliau?
Saya nggak tahu dan tidak pu­nya perasaan apa-apa.
Maksudnya?
Ya, biasa-biasa aja.
Mengapa demikian?
Sebab, saya sudah sering kali menerima banyak tamu-tamu ne­gara yang levelnya Raja, Pre­siden, dan Perdana Menteri. Jadi, saya tidak melihat suatu hal yang luar biasa untuk kunjungan tamu-tamu negara ke Istiqlal itu.
Lantas apa saja persiapan me­nyambut Obama?
Nggak ada persiapan khusus, semuanya sama seperti me­nyam­but tamu-tamu negara yang lain. Justru yang membuat persiapan ba­nyak adalah utusan-utusan dari Gedung Putih. Yakni untuk pe­nyam­butannya saja harus ada gla­di resik. Termasuk berjalannya saya di mana yaitu Obama di de­pan sebelah kanan saya. Se­dang­kan sebelah kiri saya Michelle Obama.
Tapi dalam perjalanan, saya nggak tahu. Tiba-tiba kok Mic­helle Obama di sebelah kanan saya. Ketika Ibu Negara AS ada di sebelah kanan saya, saya lang­sung tanya agar nggak kaku. “Apa ini yang pertama kali Anda  ke Indonesia”. Jawabnya, “ya dan sa­ya juga bilang sama suami sa­ya, kalau ada acara kunjungan ke­negaraan  ke luar negeri supaya meng­agendakan ke Indonesia”. Tam­paknya Michelle Obama tertarik juga dengan Indonesia.
Bagaimanapun juga Indonesia adalah negara yang pernah di di­diami oleh suaminya. Dan wak­tu pertama kali beliau datang, saya ucapkan, “selamat datang di Mas­jid Istiqlal dan di Indonesia se­bagai negara Anda yang kedua”. Ternyata ketika beliau mau me­ning­galkan Istiqlal, Obama ma­lah mengatakan, “Indonesia adalah negara Anda yang pertama tapi negara saya yang kedua”.
O ya, katanya Anda mem­be­rikan kerudung kepada Michelle Obama?
Oh nggak, saya tidak pernah me­rasa memberikan kerudung ke­pada beliau. Sebab, beliau datang ke Mesjid itu sudah dalam posisi memakai kerudung.
Apakah Anda meminta me­makai kerudung ketika me­masuki Masjid Istiqlal?
Nggak ada perintah dari Is­tiqlal. Cuma mungkin Gedung Pu­tih sudah tahu bahwa di Is­tiqlal itu kalau perempuan harus me­­makai kerudung. Jadi, ba­rangkali Ge­dung Putih yang mem­beri arahan untuk memakai ke­rudung. [RM]

Baca juga:

Irjen Sutarman: Secret Service AS Ucapkan Terima Kasih Atas Pengamanan Obama Berjalan Lancar
Refly Harun: Kalau Saya Beberkan Siapa Orangnya Sama Saja Saya Bunuh Diri Dong...
Gamawan Fauzi: Gubernur Sumbar Pergi Ke Jerman Presiden Yang Berhak Menegur
Bambang Widjojanto: Belum Ada Undangan Seleksi, Tentu Saya Menunggu Saja
Muhidin Mohamad Said: Nggak Ada Waktu Jalan-jalan Kami Murni Studi Banding

0 komentar to Ali Mustafa Yaqub: Barack Obama Langsung Kaget Saat Tahu Masjid Istiqlal Terbesar Ketiga Di Dunia

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.