Kamis, 11 November 2010 , 01:54:00 WIB
![]() |
Berikut kutipannya:
Apa saja yang dibicarakan Presiden Barack Obama?
Ya, banyak yang dibicarakan. Saya menerangkan tentang sejarah dan makna-makna yang terkandung dalam bangunan fisik Masjid Istiqlal. Saya juga menerangkan hubungan antara Islam dengan kebudayaan. Sebab, di Istiqlal, kebudayaan itu disimbolkan dengan bedug.Jadi, saya katakan, Islam datang tidak untuk menghilangkan budaya-budaya lokal. Bahkan bisa saja budaya lokal itu bersinergi dengan Islam. Contohnya, bedug bisa masuk Masjid. Bedug kan budaya.
Lebih jauh dari itu, datangnya Islam tidak bermaksud untuk menghilangkan budaya-budaya lain. Ya, oke kalau ada dakwah. Dan kalau mau masuk Islam silakan. Tapi kalau nggak, tidak ada pemaksaan. Saya contohkan pada masa Nabi waktu masih hidup, ada 5 agama yang eksis. Kemudian saya contohkan juga di Indonesia, ada 6 agama. Jadi, Islam mengamanatkan agama lain secara damai.
Termasuk dibicarkan kerukunan antar-agama?
O ya. Saya jelas, Istiqlal itu punya tetangga Gereja Katedral yang dipisah jalan raya saja. Inilah sebagai simbol tentang harmonisnya hubungan antar umat beragama di Indonesia. Tapi saya katakan, bahwa Gereja Katedral bukan simbol saja. Tapi adanya kerja sama.Maksudnya?
Gereja Katedral itu tidak memiliki lahan parkir yang luas. Padahal pada perayaan Natal banyak pengunjungnya. Nah, bagaimana mereka parkir. Tapi Istiqlal selalu menyiapkan lahan parkir bagi orang-orang yang sedang merayakan Natal di Gereja Katedral.Ketika mendengar itu, bagaimana komentar Obama?
Responnya bag us sekali. Beliau langsung mendekati wartawan dan menyampaikan bahwa, inilah contoh yang bagus dalam kerja sama antar umat beragama. Yakni tidak saling memusuhi dan lain sebagainya. Jadi, inilah yang perlu ditiru.Kemana saja Obama berkeliling di Masjid Istiqlal?
Beliau keliling lihat menara dan kubah. Saya terangkan kubah ini besar dengan berdiameter 45 meter dan itu lambang dari kemerdekaan Indonesia. Sebab, di atasnya ada 17 meter itu adalah tanggal kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kubah yang kecil ini diameternya 8 meter sebagai lambang dari bulan Agustus.Jadi, kita itu membaca kemerdekaan. Dan saya katakan juga ini adalah kemerdekaan Indonesia dari kolonialis Belanda yang disimbolkan dengan masjid.
Mengapa demikian?
Masjid adalah tempat ibadah Islam. Sementara Islam telah memberikan ispirasi dan semangat kepada umat Islam untuk melawan penjajah. Karena Islam melarang adanya penjajahan dan melarang penindasan antara orang dengan orang lain, antar suku dengan suku yang lain, dan antar bangsa dengan bangsa yang lain.Bagaimana komentar Obama ketika melihat Masjid Istiqlal?
Beliau tampaknya kagum. Beliau bertanya, “apakah ini Masjid terbesar di Indonesia”. Lalu saya jawab, tidak. Ini Masjid terbesar di dunia sesudah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah”. Beliau langsung kaget, “ uh”.Kemudian saya terangkan lagi, Masjid ini dapat menampung sampai 200 ribu orang. Terutama kalau hari raya, apalagi Idul Adha nanti. Ketika di dalam melihat kubah dan tampaknya cantik dari dalam. Beliau kagum juga, “oh, very nice dome (kubah yang sangat bagus)”. Inilah yang menarik bagi beliau.
Berapa lama Anda wawancara dengan beliau?
Hanya 25 menit saja kok. Tapi menjelang pulang, beliau menulis kesan-kesannya terhadap Masjid Istiqlal.Perasaan Anda bagaimana ketika berbincang-bincang dengan beliau?
Saya nggak tahu dan tidak punya perasaan apa-apa.Maksudnya?
Ya, biasa-biasa aja.Mengapa demikian?
Sebab, saya sudah sering kali menerima banyak tamu-tamu negara yang levelnya Raja, Presiden, dan Perdana Menteri. Jadi, saya tidak melihat suatu hal yang luar biasa untuk kunjungan tamu-tamu negara ke Istiqlal itu.Lantas apa saja persiapan menyambut Obama?
Nggak ada persiapan khusus, semuanya sama seperti menyambut tamu-tamu negara yang lain. Justru yang membuat persiapan banyak adalah utusan-utusan dari Gedung Putih. Yakni untuk penyambutannya saja harus ada gladi resik. Termasuk berjalannya saya di mana yaitu Obama di depan sebelah kanan saya. Sedangkan sebelah kiri saya Michelle Obama.Tapi dalam perjalanan, saya nggak tahu. Tiba-tiba kok Michelle Obama di sebelah kanan saya. Ketika Ibu Negara AS ada di sebelah kanan saya, saya langsung tanya agar nggak kaku. “Apa ini yang pertama kali Anda ke Indonesia”. Jawabnya, “ya dan saya juga bilang sama suami saya, kalau ada acara kunjungan kenegaraan ke luar negeri supaya mengagendakan ke Indonesia”. Tampaknya Michelle Obama tertarik juga dengan Indonesia.
Bagaimanapun juga Indonesia adalah negara yang pernah di didiami oleh suaminya. Dan waktu pertama kali beliau datang, saya ucapkan, “selamat datang di Masjid Istiqlal dan di Indonesia sebagai negara Anda yang kedua”. Ternyata ketika beliau mau meninggalkan Istiqlal, Obama malah mengatakan, “Indonesia adalah negara Anda yang pertama tapi negara saya yang kedua”.
O ya, katanya Anda memberikan kerudung kepada Michelle Obama?
Oh nggak, saya tidak pernah merasa memberikan kerudung kepada beliau. Sebab, beliau datang ke Mesjid itu sudah dalam posisi memakai kerudung.Apakah Anda meminta memakai kerudung ketika memasuki Masjid Istiqlal?
Nggak ada perintah dari Istiqlal. Cuma mungkin Gedung Putih sudah tahu bahwa di Istiqlal itu kalau perempuan harus memakai kerudung. Jadi, barangkali Gedung Putih yang memberi arahan untuk memakai kerudung. [RM]Baca juga:


0 komentar to Ali Mustafa Yaqub: Barack Obama Langsung Kaget Saat Tahu Masjid Istiqlal Terbesar Ketiga Di Dunia